Sunday, March 4, 2018

Hachiware

Hachiware bermakna pola pada kepala yang terbelah (lihat Kamus Koi). "Belah" disini dideskripsikan dengan pola sumi pada kepala jenis SHOWA dan UTSURI. HACHIWARE yang bagus adalah pola SUMI dari mulut dan menyambung ke punggung Koi membentuk pola INAZUMA.

Walaupun ada sedikit perdebatan terkait perbedaan HACHIWARE dengan MENWARE, pada prinsipnya kedua istilah ini merujuk hal yang sama, dimana pola SUMI yang membagi menjadi dua  kepala/wajah Koi.

Berikut contoh dari pola HACHIWARE


Koi diatas merupakan contoh dari HACHIWARE SHOWA yang sangat bagus. pola SUMI pada wajah masuk ke definisi HACHIWARE menyambung dengan pola INAZUMA hingga ke badan KOI, walaupun pada review pada artikel di kodamakoifarm.com menyatakan terdapat sedikit kelemahan dimana pola SUMI di angka 8 terpisah dari pola SUMI diatasnya, namun secara umum, pola INAZUMA pada SHOWA di atas sangat dinamis dan indah.

Berikut contoh lain dari HACHIWARE:





[Kamus Koi] H

H

HACHI:
Kepala. Dapat juga disebut dengan istilah KAO dan MEN.
Untuk kepentingan apresiasi Koi, bagian kepala merupakan bagian yang sangat penting, baik bentuk maupun warna

HACHIWARE:
Pola pada kepala yang terbagi. asal kata HACHI (Kepala) dan WARE (membagi). Yang membagi adalah pola SUMI pada kepala jenis UTSURI atau SHOWA.
istilah lain:  MENWARE

Monday, February 26, 2018

Hanoko, The Oldest Koi

Legenda Koi umumnya datang dari kontes-kontes Koi di Jepang. Walaupun beberapa literatur menyatakan Koi tidak berasal dari Jepang. Kebanyakan Koi tersebut terkenal karena keelokannya. Namun berbeda dengan Hanako. Bagi penggiat Koi. Nama ini tentunya familiar. Bukan Hanako si hantu dari Jepang, tapi seekor koi "biasa" yang diklaim berumur 226 tahun (1701-1977 M). Hanoko hanyalah Higoi yang warnanya meluntur kewarna putih.

Sumber: http://www.hanakokoi.com/


Hanako dimiliki oleh Dr Komei Koshihara, dia presiden dari Nagoya Women's College. Dalam salah satu transkrip pembicaraan tahun  25 Mei 1966 yang berisi cerita Dr Koshihira tentang Hanako di Radio NHK (Nippon Hyoso Kyokai Radio) memberikan gambaran tentang Hanako
"This “Hanako” is still in perfect condition and swimming about majestically in a quiet ravine decending Mt. Ontake in a short distance. She weighs 7.5 kilograms and is 70 centimeters in length. She and I are dearest friends. When I call her saying “Hanako! Hanako!” from the brink of the pond, she unhesitatingly comes swimming to my feet. If I lightly pat her on the head, she looks quite delighted. Sometimes I go so far as to take her out of the water and embrace her. At one time a person watching asked me whether I was performing a trick with the carp. Although a fish, she seems to feel that she is dearly loved, and it appears that there is some communication of feeling between us. At present my greatest pleasure is to go to my native place two or three times a month and keep company with “Hanako”
dalam perbincangan itu, Dr Koshihara mengklain umur Hanako 215 tahun (lahir sekitar tahun 1701 M) sebelum Amerika berdiri dan  Jepang masih ada di era Shogun Tokugawa. Dr Koshihara bercerita jika dia mendapat Koi tersebut dari neneknya yang meninggal di tahun 1958 pada usia 93 tahun. Neneknya memberikan cerita bahwa Hanako telah ada sejak dia masih kecil dimana dia mendapatkannya dari mertuanya (Kakek buyut Dr Koshihara). Hanako sendiri merupakan nama pemberian keluarga yang merujuk pada warna tubuhnya yang "merah padam". Hanako sangat disayangi oleh Dr Koshihara7890-
Yanng menarik dari Hanako adalah bagaimana Dr Koshihara menyimpulkan berapa umurnya sebenarnya.  Dr Koshihara menyimpulkan berapa umur Hanako dengan memperhatikan lingkaran sisik Hanako di bawah mikroskop. Analogi yang digunkanan adalah analogi lingkar tahun yang ada pada pohon. Hal ini memungkinkan dilakukan olehnya karena dia adalah seorang presiden dari perguruan tinggi yang memiliki laboratorium. Dr Koshihara mencabut 2 sisik Hanako dan menenyerahkannya ke Prof. Masayoshi Hiro, peneliti di Laboratory of Domestic Science, Nagoya Womens College. 2 bulan waktu yang dibutuhkan untuk menghitung umut Hanako. Prof. Horo mengambil setip nano permukaan sisiknya dan memfotonya. Hitungannya jatuh pada angka 215 (di tahun 1966). Dengan mekanisme yang serupa Dr Kishihara melakukan hal yang sama dengan Koi lainnya yang dia miliki. Banyak yang meragukan metode yang digunakan Dr Koshihara, antara lain Peter Waddington, penulis Koi Kichi asal Inggris.
" Many modern Koi hobbyist believe that the story of Hanako is a sort of Japanese Koi urban legend. The infamous and knowledgable Peter Waddington wrote in his 1995 book Koi Kichi that counting the growth rings on a scale to determine the age of a carp has been discounted." (http://users.vcnet.com/rrenshaw/hanako.html Read online on November 2,2016)
Walaupun mekanisme penentuan umur Koi ini belum ditindaklanjuti secara ilmiah lagi, Hanako terlanjur menjadi legenda dan memiliki ruang sendiri di hati penggemar Koi di Dunia.

Thursday, June 23, 2016

Mengenal Doitsu [Bagian 3]

Koi Botak -  Doitsugoi/keturunan German Carp - pertama kali dibiakkan sekitar 100 tahun lalu (di tahum ke 41 Meiji atau sekitar tahun 1908 Masehi). Orang pertama yang mengawinkan Doitsugoi dengan Asagi adalah Kichigoro Akiyama. Dari hasil perkawinan Doitsugoi dengan Asagi ini menghasilkan 3 varietas baru, Shusui, Chagoi, Kinbo dan Komunryu.

Miyatake Shusui Sumber: Koi-s

Chagoi : sumber www.birdmanstudios.com 


Kinbo : Sumber www.elfwdr.nl 

Kumonryu : Sumber japankoi.blogspot.com

Saturday, March 19, 2016

Mengenal Doitsu [Bagian 2]

KARAKTER DOITSU


Secara awam, koi lokal Jepang dan German Carp dapat dibedakan sesuai morfologi dan physiologinya. Mudahnya German Carp hanyalah satu jenis ikan mas yang dibiakkan untuk kepentingan konsumsi, sedangkan koi jelas dibiakkan untuk kepentingan ornamental. German Carp yang tidak atau sedikit memiliki sisik, memudahkan orang untuk membersihkannya untuk keperluan konsumsi. Selain itu, tubuhnya yang bulky penuh daginglah yang menyebabkan German Carp cocok menjadi sumber daya konsumsi. Ilmuwan genetik menemukan, bahwa German Carp merupakan jenis ikan mas yang memiliki genetik baik dalam ukuran dan masa tubuh yang bisa menghasilkan ikan konsumsi yang cukup besar. Gen giant inilah yang mitosnya menjadi buruan para breeder untuk mengejar kesempurnaan tubuh Koi.

PERBEDAAN Japanese Carp  DENGAN German/Doitsu Carp



German Carp memiliki kelebihan dalam hal growth rate. Karena sebab ini, German Carp kala itu dibiakkan untuk keperluan konsumsi. Dia tumbuh dewasa lebih cepat ketimbang koi Jepang, terutama yang betina, mereka lebih cepat masuk usia subur. Sayangnya, umur german carp rata-rata lebih pendk dibandingkan Koi lokal Jepang, dan dia lebih rentan terkena panyakit.

Friday, February 26, 2016

Mengenal Doitsu [bagian 1]

Koi yang pertama kali saya kagumi adalah shusui, koi yang sekilas orang awam lihat seperti tengkorak ikan. Sejalan waktu, saya baru mengerti, bahwa shusui adalah versi botaknya Asagi. Tapi menyatakan Shusui adalah versi doitsunya Asagi saja ternyata terlalu awam, karena shusui memiliki pakemnya sendiri, dimana scale hitam dipunggung salah satu kriteria penilaiannya.

SEJARAH DOITSU
Sekitar tahun 1880, Ikan mas dari Jerman (German Carp) diimport ke Jepang untuk tujuan konsumsi. Selain untuk konsumsi, beberapa breeder mengawin-silangkann German Carp ini dengan Koi lokal. Salah satu ciri German Carp ini adalah memiliki sedikit sisik (Mirror German Carp) atau bahkan tidak bersisik (Leather German Carp). Pada masa kerajaan Meiji (sekitar tahun 1868-1912) kawin silang antara koi berwarna dengan German Carp dilakukan, sehingga dikenallah 2 jenis koi dari varietas yang sama. Versi bersisik dan versi doitsu.

Adalah Shinnosuke Matsubara orang yang pertama kali membawa German Carp  ke Jepang di bawah naungan Fisheries  Training Departemens. Dua Scientist Jerman ( Drs Bruno Hofer dan Franz Doffline) menyeleksi 40 Indukan terbaik dari German Carp.
.
Shinnosuke Matsubara

40 indukan German carp tadi dibawa ke Jepang pada masa perang Japanese-Ruso. Dari perjalanan yang panjang itu, hanya 1 mirror carp dan 6 leather carp yang bertahan. Dari yang bertahan ini, dengan segera dibuat program pemijahan dengan Koi lokal. 7 German Carp ini lah yang menjadi gen pembawa varietas doitsu yang dikenal sekarang.

German Carp yang sempat diabadikan





PEMBAGIAN DOITSU
Doitsu Koi dengan segaris sisik di punggung disebut Kagami-goi atau lebih dikenal dengan Mirror Carp dan yang tidak memiliki sisik atau hanya memiliki segaris sisik di area dorsal fin disebut Kawas-goi lebih dikenal dengan  Leather Carp. Hampir semua varietas memiliki versi doitsu, hana versi doitsu Asagi saja (shusui) yang memiliki kelas khusus dalam perlombaan.

Thursday, February 26, 2015

Ikan Mas : Mengenal Kerabat Dekat Koi

Sebagian orang akan mengenali Koi hanya sebagai ikan mas yang berwarna cerah. Sebelum mengenal Koi dan berbagai macam halnya, mungkin tidak ada salahnya kita mengenal terlebih dahulu apa itu ikan mas.

Ikan Mas memilik nama latin Cyprinus Carpio dari keluarga Cyprinid. Biasanya orang barat menyebutnya Carp Fish. Ikan ini bisa hidup sendiri dan berkelompok di perairan air tawar berlumpur. Bentuk badannya pada umumnya gemuk dan agak panjang membulat. Jelasnya kita bisa lihat pada gambar berikut.

Ikan mas ini (common carp) dapat tumbuh baik dan cepat terutama di lingkungan dengan arus sedang. Warnanya bervariasi, coklat keemasan, kuning, merah, hitam atau kombinasi (seperi koi). Kepalanya tanpa sisik, sedangkan seluruh badannya ada yang penuh sisik dan ada yang bersisik jarang.

Ada beberapa peternak yang membag jenis ikan mas secara sederhana menjadi 4, antara lain:


1. Ikan Mas liar : Ikan Mas ini merupakan ikan mas hasil tangkapan yang dibudidayakan. Pada dasarnya sama, hanya, badannya agak ramping. Cocok dibudidayakan di keramba dengan arus sedang.


2. Ikan Mas Kaca : Ikan mas ini seperti jenis Shusui, cirinya sisiknya besar di bagian dorsal serta punggungnya dan tidak ada dibagian lainya. 


3. Ikan Mas Botak (Leather Carp) : Ikan mas yang tidak memiliki sirip.


4. Slayer Carp : seperti ikan mas biasa, dengan sirip yang lebar 






Kelak, kita akan membahas beberapa klasifikasi sederhana ini pada Koi.