D
DAGOI:
Koi berkualitas rendah
Friday, February 26, 2010
[Kamus Koi] B
B
BEKKO:
Koi berwarna solid (warna dasar polos) dengan bercak kecil berwarna hitam di punggungnya (koisale.com). polanya semerti dalmatian.
Ada 3 varian jenis ini didasarkan warna dasarnya [1] SHIRO Bekko: berdasar putih, [2] AKA Bekko: berdasar merah, dan [3] KI Bekko: berdasar kuning.
BURAYAK:
Anak ikan yang masih kecil-kecil [a] __ KEBUL: benih ikan berukuran 1-3 cm [b] __ PUTIHAN: benih ikan berukuran 3-5 cm
Sumber: KBBI
BEKKO:
Koi berwarna solid (warna dasar polos) dengan bercak kecil berwarna hitam di punggungnya (koisale.com). polanya semerti dalmatian.
Ada 3 varian jenis ini didasarkan warna dasarnya [1] SHIRO Bekko: berdasar putih, [2] AKA Bekko: berdasar merah, dan [3] KI Bekko: berdasar kuning.
BURAYAK:
Anak ikan yang masih kecil-kecil [a] __ KEBUL: benih ikan berukuran 1-3 cm [b] __ PUTIHAN: benih ikan berukuran 3-5 cm
Sumber: KBBI
[Kamus Koi] S
S
SUMI:
Hitam. terkadang dituliskan dengan ZUMI jika digabungkan dengan kata lain. Kata ini melambangkan kekuatan.
SUMI:
Hitam. terkadang dituliskan dengan ZUMI jika digabungkan dengan kata lain. Kata ini melambangkan kekuatan.
sumber: marugenfishfarm.com
Tampak SUMI pada Koi di atas, ada yang sudah keluar warnanya ada yang masih tertahan di bawah sisik (berwarna abu-abu).
[Kamus Koi] A
A
AGI :
Dagu. Untuk Koi, "dagu" meliputi keseluruhan muka bagian samping, termasuk tutup insang
AGI SUMI :
SUMI yang terletak pada AGI
AI :
Warna biru indigo. Warna ini dapat dilihat pada warna dasar ASAGI atau pola pada AIGOROMO
AGI :
Dagu. Untuk Koi, "dagu" meliputi keseluruhan muka bagian samping, termasuk tutup insang
AGI SUMI :
SUMI yang terletak pada AGI
AI :
Warna biru indigo. Warna ini dapat dilihat pada warna dasar ASAGI atau pola pada AIGOROMO
Sumber: nkc.org.uk
Update 26/02/2018
warna biru yang menumpuk pada warna merah seperti contoh AIGOROMO diatas disebut AI
[Kamus Koi] Intro
Untuk memudahkan diskusi, akan ada tulisan terkait kumpulan-kumpulan istilah dalam dunia Koi Keeping. Untuk memudahkan pencarian tiap post akan mewakili satu abjad, dan Insya Alloh akan di update saat ditemukan istilah baru.
Sebagai sumber awal penginventarisan kata dalam Kamus Koi ini diambil dari thread forum Koi-s dengan titel KAMUS ISTILAH KOI. Bagi yang ingin langsung melihat sumbernya silahkan masuk ke link ini.
Akan diusahakan ada ilustrasi gambar agar pemula dapat memiliki bayangan walaupun belum memiliki atau pernah melihat gambaran dari istilah secara langsung
Akan diusahakan ada ilustrasi gambar agar pemula dapat memiliki bayangan walaupun belum memiliki atau pernah melihat gambaran dari istilah secara langsung
Wednesday, February 24, 2010
Sejarah Masuknya Koi di Indonesia
Tidak banyak literatur yang bisa memberikan gambaran sejarah Koi di Indonesia secara akurat. Sumber-sumber yang didapatpun kebanyakan dari cerita penghobi-penghobi lama. Ada dua versi asal muasal Koi masuk di Indonesia.
Versi pertama, ada yang mengatakan bahwa koi dibawa oleh seorang penghobi bernama Hani Moniaga sekitar tahun 1981-1982. Beberapa literatur yang mencatat ini adalah fase awal masuknya Koi di Indonesia adalaha [1] Buku "Anda Bertanya Pakar dan Praktisi Menjawab: Koi si Ikan Panjang Umur" ditulis oleh Tim Redaksi Agromedia terbitan tahun 2005, [2] "Buku Pintar Ikan Hias Populer" ditulis oleh Tim Redaksi Agromedia tahun 2008. Hani Moniaga merupakan peternak ikan yang pada awal tahun 1980an membawa Koi seukuran 100cm. Koi ini dijadikan indukan saat Hani Moniaga mendirikan peternakan Koi di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat dengan nama Leon & Leony Hatchery Farm. Indukan tersebut khabarnya berumur sekitar 50-75 tahun. Tidak ada yang tahu persis. Jenis Koi yang dibawa adalah Tomoin Kohaku dan beberapa Jinbe Sanke
Versi kedua, dikatakan bahwa secara resmi Koi yang masuk pertama di Indonesia adalah Koi silangan antara Koi jepang dan Kumpay dari Indonesia yang dibawa oleh Kaisar Akihito dari Jepang pada tahun 1991. Jumlahnya ada puluhan yang diberikan sebagai cindera mata untuk Presiden Soeharto. Untuk versi ini, tidak banyak literatur ditemukan.
Bagi Koi Enthusiast, mempelajari sejarah Koi merupakan salah satu kepingan ilmu yang wajib dimiliki. Namun, sama halnya sejarah di bidang yang lain, tantangan terbesar dari sejarah Koi di Indonesia adalah masalah dokumentasi. Detil dari perkembangan Koi di Indonesia masih belum terdokumentasi dengan baik, jika teman-teman berkesempatan membuka beberapa forum Koi seperti Koi-s.id, breederindonesia.comm dan beberapa forum lainnya, akan ditemukan beberapa diskusi terkait sejarah Koi yang masih belum menemukan rincian yang jelas. Namun upaya jurnalistik yang dilakukan majalah Koi dapat diacungi jempol, karena masuknya artikel terkait sejarah merupakan salah satu upaya untuk mendokumentasikan sejarah. Semoga muncul majalah versi digitalnya.
Versi pertama, ada yang mengatakan bahwa koi dibawa oleh seorang penghobi bernama Hani Moniaga sekitar tahun 1981-1982. Beberapa literatur yang mencatat ini adalah fase awal masuknya Koi di Indonesia adalaha [1] Buku "Anda Bertanya Pakar dan Praktisi Menjawab: Koi si Ikan Panjang Umur" ditulis oleh Tim Redaksi Agromedia terbitan tahun 2005, [2] "Buku Pintar Ikan Hias Populer" ditulis oleh Tim Redaksi Agromedia tahun 2008. Hani Moniaga merupakan peternak ikan yang pada awal tahun 1980an membawa Koi seukuran 100cm. Koi ini dijadikan indukan saat Hani Moniaga mendirikan peternakan Koi di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat dengan nama Leon & Leony Hatchery Farm. Indukan tersebut khabarnya berumur sekitar 50-75 tahun. Tidak ada yang tahu persis. Jenis Koi yang dibawa adalah Tomoin Kohaku dan beberapa Jinbe Sanke
Versi kedua, dikatakan bahwa secara resmi Koi yang masuk pertama di Indonesia adalah Koi silangan antara Koi jepang dan Kumpay dari Indonesia yang dibawa oleh Kaisar Akihito dari Jepang pada tahun 1991. Jumlahnya ada puluhan yang diberikan sebagai cindera mata untuk Presiden Soeharto. Untuk versi ini, tidak banyak literatur ditemukan.
Bagi Koi Enthusiast, mempelajari sejarah Koi merupakan salah satu kepingan ilmu yang wajib dimiliki. Namun, sama halnya sejarah di bidang yang lain, tantangan terbesar dari sejarah Koi di Indonesia adalah masalah dokumentasi. Detil dari perkembangan Koi di Indonesia masih belum terdokumentasi dengan baik, jika teman-teman berkesempatan membuka beberapa forum Koi seperti Koi-s.id, breederindonesia.comm dan beberapa forum lainnya, akan ditemukan beberapa diskusi terkait sejarah Koi yang masih belum menemukan rincian yang jelas. Namun upaya jurnalistik yang dilakukan majalah Koi dapat diacungi jempol, karena masuknya artikel terkait sejarah merupakan salah satu upaya untuk mendokumentasikan sejarah. Semoga muncul majalah versi digitalnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
Koi yang pertama kali saya kagumi adalah shusui, koi yang sekilas orang awam lihat seperti tengkorak ikan. Sejalan waktu, saya baru mengerti...
-
Sebagian orang akan mengenali Koi hanya sebagai ikan mas yang berwarna cerah. Sebelum mengenal Koi dan berbagai macam halnya, mungkin tidak ...
-
KARAKTER DOITSU Secara awam, koi lokal Jepang dan German Carp dapat dibedakan sesuai morfologi dan physiologinya. Mudahnya German Carp...

