Wednesday, April 3, 2013

Penanganan Koi Baru

Mengingat kisah saya dulu yang tidak sabar "nyemplungin" koi baru ke kolam baru, saya kepikiran untuk sedikit share tentang bagaimana amannya menangani koi yang baru kita beli.

Hal pertama yang terkadang diabaikan Penghobi (terutama yang baru) adalah karantina ikan baru. Kenapa ini dibutuhkan? 
  1. Kita tidak tahu dari mana sebenarnya dia berasal? ini terjadi bagi penghobi pas-pasan seperti saya, beli dari dealer ala kadarnya yang kurang memperhatikan kesehatan jualannya. Kalo ndak sabar, bisa-bisa koi yang lama dan sehat malah bergelimangan sakit;
  2. Selain kemungkinan diatas, stress pada proses pengangkutanpun bisa membuat si pendatang baru ini sakit;
  3. Penyesuaian suhu di lingkungan lama dan lingkungan baru.

Dimana Koi baru di karantina?

Bagi penghobi yang cukup memiliki lahan dan dana, sebaiknya dia memiliki QT (Quarantine Tank). QT ini bisa berupa kolam permanen, Bak, atau bahkan akuarium.

Bagaimana sebaiknya kolam karantina itu?

sebagai Koi Keeper Kere, saya hanya bisa memberikan deskripsi QT abal-abal. Saya menggunakan akuarium bekas yang memiliki flitrasi sederhana ukuran 0,7 m x 0,5m x 0,5m. Akuarium ini cukup bagi saya yang hanya mampu membeli koi ukuran20 cm dan tidak lebih dari 2 ekor saja. Bagi yang sering memborong, silahkan dimensi akuarium/kolamnya disesuaikan. Saya lebih suka menggunakan akuarium bekas ketimbang bak, karena saya bisa melihat sisi-sisi tubuh koi. Dari sudut pandang ini, saya bisa menilai kesehatan koi. Apakah ada luka, ada kutu, dan berbagai ketidaklaziman tingkah koi. Selain alasan itu, sebenarnya saya sudah tidak memiliki lahan lagi untuk membuat kolam karantina :D.

Beberapa yang menurut saya perlu diperhatikan dalam mengkarantina pendatang baru seperti:
  1. Sebenarnya mengkarantina di bak/akuarium kecil memiliki risiko ikan stres, jadi hal ini disesuaikan selera dan pengalaman masing-masing.
  2. lamanya karantina juga tergantung, tapi amannya 2-3 minggu
  3. Air dalam QT saya isi garam secukupnya (untuk akuarium segitu saya taburi 2 kantong garam ikan atau dalam takaran 1 kg/ton) tetapi beberapa teman memilik formulanya sendiri, ada yang mencampurkan biotalk, menambahkan dylox, elbayau (fungsinya sama seperti biotalk, tapi lebih rendah dosisnya), campur obat PK (obat kulit manusia, murah meriah cuma 4000), ada yang pake tetra (mahal sekitar 170an ribu), methalyne blue. Setiap obat ada kelemahan dan keunggulannya masing-masing. Jadi disesuaikan dengan dana yang ada. Jangan sampe beli ikan harga 30.000, dikarantina dengan biaya lebih dari 150 ribu.
  4. Kantong ikan diapungkan dulu di QT, untuk menyesuaikan suhu air;
  5. Jangan lupa aerasi yang cukup pada QT
  6. buka kantong ikan, isi dengan air QT sedikit demi sedikit.
  7. Setelah dirasa cukup, masukkan koi ke dalam QT tanpa air dalam kantong. Menurut cerita beberapa senior, air dalam kantong pengiriman banyak mengandung amonia yang kurang baik buat koi. Koi mampu bertahan di dalam kantongpun karena masih ada oksigen.
  8. Biarkan ikan puasa selama 2 minggu, agar air dalam QT tidak terlalu tercemar oleh kotoran ikan. Tenang saja, koi mampu puasa selama lebih dari 2 minggu, korbannya paling bobot badannya yang menyusut.
Setelah 2-3 minggu karantina

perhatikan perilaku koi, bilamana terlihat terlalu aktif atau terlalu pendiam, biasanya ada yang salah. Tapi kalo perilakunya wajar, sudah bisa dimasukkan ke kolam utama. Namun disarankan, sebelum dimasukkan ke kolam utama, Koi dimandikan garam pekat dulu. (garam pekat  = kadar garam yang setara dengan 1kg garam dalam 1 ton air)