Monday, February 26, 2018

Hanoko, The Oldest Koi

Legenda Koi umumnya datang dari kontes-kontes Koi di Jepang. Walaupun beberapa literatur menyatakan Koi tidak berasal dari Jepang. Kebanyakan Koi tersebut terkenal karena keelokannya. Namun berbeda dengan Hanako. Bagi penggiat Koi. Nama ini tentunya familiar. Bukan Hanako si hantu dari Jepang, tapi seekor koi "biasa" yang diklaim berumur 226 tahun (1701-1977 M). Hanoko hanyalah Higoi yang warnanya meluntur kewarna putih.

Sumber: http://www.hanakokoi.com/


Hanako dimiliki oleh Dr Komei Koshihara, dia presiden dari Nagoya Women's College. Dalam salah satu transkrip pembicaraan tahun  25 Mei 1966 yang berisi cerita Dr Koshihira tentang Hanako di Radio NHK (Nippon Hyoso Kyokai Radio) memberikan gambaran tentang Hanako
"This “Hanako” is still in perfect condition and swimming about majestically in a quiet ravine decending Mt. Ontake in a short distance. She weighs 7.5 kilograms and is 70 centimeters in length. She and I are dearest friends. When I call her saying “Hanako! Hanako!” from the brink of the pond, she unhesitatingly comes swimming to my feet. If I lightly pat her on the head, she looks quite delighted. Sometimes I go so far as to take her out of the water and embrace her. At one time a person watching asked me whether I was performing a trick with the carp. Although a fish, she seems to feel that she is dearly loved, and it appears that there is some communication of feeling between us. At present my greatest pleasure is to go to my native place two or three times a month and keep company with “Hanako”
dalam perbincangan itu, Dr Koshihara mengklain umur Hanako 215 tahun (lahir sekitar tahun 1701 M) sebelum Amerika berdiri dan  Jepang masih ada di era Shogun Tokugawa. Dr Koshihara bercerita jika dia mendapat Koi tersebut dari neneknya yang meninggal di tahun 1958 pada usia 93 tahun. Neneknya memberikan cerita bahwa Hanako telah ada sejak dia masih kecil dimana dia mendapatkannya dari mertuanya (Kakek buyut Dr Koshihara). Hanako sendiri merupakan nama pemberian keluarga yang merujuk pada warna tubuhnya yang "merah padam". Hanako sangat disayangi oleh Dr Koshihara7890-
Yanng menarik dari Hanako adalah bagaimana Dr Koshihara menyimpulkan berapa umurnya sebenarnya.  Dr Koshihara menyimpulkan berapa umur Hanako dengan memperhatikan lingkaran sisik Hanako di bawah mikroskop. Analogi yang digunkanan adalah analogi lingkar tahun yang ada pada pohon. Hal ini memungkinkan dilakukan olehnya karena dia adalah seorang presiden dari perguruan tinggi yang memiliki laboratorium. Dr Koshihara mencabut 2 sisik Hanako dan menenyerahkannya ke Prof. Masayoshi Hiro, peneliti di Laboratory of Domestic Science, Nagoya Womens College. 2 bulan waktu yang dibutuhkan untuk menghitung umut Hanako. Prof. Horo mengambil setip nano permukaan sisiknya dan memfotonya. Hitungannya jatuh pada angka 215 (di tahun 1966). Dengan mekanisme yang serupa Dr Kishihara melakukan hal yang sama dengan Koi lainnya yang dia miliki. Banyak yang meragukan metode yang digunakan Dr Koshihara, antara lain Peter Waddington, penulis Koi Kichi asal Inggris.
" Many modern Koi hobbyist believe that the story of Hanako is a sort of Japanese Koi urban legend. The infamous and knowledgable Peter Waddington wrote in his 1995 book Koi Kichi that counting the growth rings on a scale to determine the age of a carp has been discounted." (http://users.vcnet.com/rrenshaw/hanako.html Read online on November 2,2016)
Walaupun mekanisme penentuan umur Koi ini belum ditindaklanjuti secara ilmiah lagi, Hanako terlanjur menjadi legenda dan memiliki ruang sendiri di hati penggemar Koi di Dunia.