Wednesday, February 24, 2010

Sejarah Masuknya Koi di Indonesia

Tidak banyak literatur yang bisa memberikan gambaran sejarah Koi di Indonesia secara akurat. Sumber-sumber yang didapatpun kebanyakan dari cerita penghobi-penghobi lama. Ada dua versi asal muasal Koi masuk di Indonesia.

Versi pertama, ada yang mengatakan bahwa koi dibawa oleh seorang penghobi bernama Hani Moniaga sekitar tahun 1981-1982. Beberapa literatur yang mencatat ini adalah fase awal masuknya Koi di Indonesia adalaha [1] Buku "Anda Bertanya Pakar dan Praktisi Menjawab: Koi si Ikan Panjang Umur" ditulis oleh Tim Redaksi Agromedia terbitan tahun 2005,  [2] "Buku Pintar Ikan Hias Populer" ditulis oleh Tim Redaksi Agromedia tahun 2008. Hani Moniaga merupakan peternak ikan yang pada awal tahun 1980an membawa Koi seukuran 100cm. Koi ini dijadikan indukan saat Hani Moniaga mendirikan peternakan Koi di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat dengan nama Leon & Leony Hatchery Farm. Indukan tersebut khabarnya berumur sekitar 50-75 tahun. Tidak ada yang tahu persis. Jenis Koi yang dibawa adalah Tomoin Kohaku dan beberapa Jinbe Sanke

Versi kedua, dikatakan bahwa secara resmi Koi yang masuk pertama di Indonesia adalah Koi silangan antara Koi jepang dan Kumpay dari Indonesia yang dibawa oleh Kaisar Akihito dari Jepang pada tahun 1991. Jumlahnya ada puluhan yang diberikan sebagai cindera mata untuk Presiden Soeharto. Untuk versi ini, tidak banyak literatur ditemukan.

Bagi Koi Enthusiast, mempelajari sejarah Koi merupakan salah satu kepingan ilmu yang wajib dimiliki. Namun, sama halnya sejarah di bidang yang lain, tantangan terbesar dari sejarah Koi di Indonesia adalah masalah dokumentasi. Detil dari perkembangan Koi di Indonesia masih belum terdokumentasi dengan baik, jika teman-teman berkesempatan membuka beberapa forum Koi seperti Koi-s.id, breederindonesia.comm dan beberapa forum lainnya, akan ditemukan beberapa diskusi terkait sejarah Koi yang masih belum menemukan rincian yang jelas. Namun upaya jurnalistik yang dilakukan majalah Koi dapat diacungi jempol, karena masuknya artikel terkait sejarah merupakan salah satu upaya untuk mendokumentasikan sejarah. Semoga muncul majalah versi digitalnya.

No comments:

Post a Comment